Sejarah Sabung Ayam di Indonesia

images-18

Sabung Ayam merupakan tradisi mengadukan ayam jantan. Sabung ayam telah menjadi tradisi di setiap kota di negara Indonesia karena memang tradisi tersebut telah dikenal sejak zaman dahulu. Namun tradisi sabung ayam pada saat ini telah disalahgunakan untuk bidang perjudian, hal tersebut tentu dilarang oleh pemerintah Indonesia. Karena itulah apabila polisi mencium bau adanya judi sabung ayam maka mereka akan segera menciduk para pelaku sabung ayam tersebut. Lantas sebetulnya bagaimana sejarah sabung ayam yang ada di Indonesia?

Sejarah sabung ayam di negara Indonesia berbeda-beda untuk setiap daerah maupun kota yang ada di Indonesia.  Tradisi sabung ayam di negara Indonesia ternyata telah berabad-abad, sabung ayam ini perlu lebih dicermati lagi diantara perjudian dan juga ritual agama. Sabung ayam pada awalnya merupakan suatu ritual pada acara keagamaan, tetapi perkembangannya pada saat ini tradisi tersebut malah menjadi sebuah bahan perjudian yang mempertaruhkan uang. Bagaimanakah sejarah dari sabung ayam Indonesia?

1. Jawa
Sejarah sabung ayam di pulau Jawa berasal dari cerita rakyat yang berjudul Cindelaras. Raja Jenggala memutuskan supaya mengadu ayam sakti Cindelaras dengan ayam laga miliknya, apabila dalam pertarungan tersebut ayam Cindelaras dikalahkan maka dia akan dihukum pancung namun apabila menang maka setengah dari kekayaan Raja Jenggala akan menjadi milik Cindelaras. Pada pertarungan ayam tersebut, ayam Cindelaras berhasil mengalahkan ayam raja Jenggala cuma dalam beberapa menit saja. Akhirnya Raja Jenggala pun mengakui kehebatan dari ayam Cindelaras dan juga mengakui bahwa dia merupakan putranya yang lahir dari permaisurinya yang sudah diasingkan karena rasa iri dari para selir kerajaan.

Selain itu, ternyata ayam sabung juga turut berperan penting pada pembentukan politik di jawa, pasalnya pada dahulu kala kerajaan Singosari menyelenggarakan sabung ayam dan juga pada acara tersebut dilarang untuk membawa senjata apa pun juga, salah satu diantaranya keris.

Anusapati berencana untuk berpartisipasi pada acara sabung ayam itu, tetapi ibu Anusapati yakni Ken Dedes menasehatinya supaya tidak melepaskan keris yang ada di tubuhnya. Pada saat acara berlangsung Anusapati melepaskan keris yang dibawanya dan juga ternyata pada saat acara sabung ayam itu berlangsung terjadilah kekacauan yang besar sehingga menewaskan Anusapati yang dibunuh Tohjaya yang merupakan adik kandung dari Anusapati.

2. Bugis
Dalam masyarakat warga Bugis ternyata sabung ayam sudah dikenal sejak lama dan juga sudah melekat sampai sekarang. Menurut Gilbert Hamonic, masyarakat bugis memang terkenal dengan mitologi ayam sabungnya, hal ini bisa dibuktikan dengan adanya pemberian gelar kepada Sultan Hasanuddin yakni Haanties van het oosten yang artinya ayam jantan dari timur’.

Tokoh Sawerigading yang merupakan tokoh utama dalam epic mitik menyukai sabung ayam, hal ini telah diceritakan dalam kitab La Galigo. Dalam kitab itu juga di ceraitakan bahwa orang zaman dahulu dikatakan belum pemberani jika belum memiliki kebiasaan judi, minum arak, dan adu ayam atau taruhan sabung ayam. Sehingga seseorang harus membuktikan ketiga hal itu jika ingin dikatakan pemberani.

3. Bali
Di pulau Bali, sabung ayam diberi nama ‘Tajen’ yang berasal dari tabuh rah. Tabuh Rah merupakan salah satu bentuk upacara adat masyarakat umat Hindu. Upacara tersebut bertujuan supaya mengagungkan dan juga mengharmoniskan hubungan manusia dengan Buddha. Pada upacara ini menggunakan beberapa ekor hewan peliharaan untuk dijadikan kurban yaitu babi, kerbau, ayam, itik, dan juga binatang ternak yang lainnya. Cara pengorbanan hewan tersebut adalah dengan menyembelih leher hewan tersebut usai membacakan mantra oleh pemuka agama. Upacara adat yang mengurbankan sabung ayam adalah lontar Yadnya Prakerti, sabung ayam pada upacara adat ini bertujuan supaya mengadakan pertarungan suci dan juga ternyata tradisi tersebut sudah dilakukan sejak masa purba. Hal itu berdasarkan prasasti Batur dan juga prasasti batuan pada tahun 944 silam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *